Generasi Bisu, Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi

Bookmark and Share

‘Generasi bisu’ adalah sebuah generasi yang tak banyak berkomunikasi secara tatap muka. Komunikasi mereka hanya melalui dunia maya. Mereka lebih banyak mengenal orang-orang nun jauh dari seluruh pelosok bumi yang mungkin tak memakai nama mereka yang sebenarnya. Sebuah keadaan yang penuh kepura-puraan dan hanya mementingkan kepentingan pribadi masing-masing. Sebuah generasi yang tak mengenal tenggang rasa. Inilah dampak teknologi informasi dan komunikasi.

"Bagaimana ngomongnya?" Pertanyaan tersebut sering kali ditanyakan oleh anak zaman sekarang bila sudah menyangkut cara menyampaikan sesuatu secara langsung dan dengan kata-kata sopan memakai kalimat yang agak formal.

"Kalau gaya aq sih ya l3b4y aje ghichu", ini juga jawaban yang biasa kita dengar dari para anak-anak generasi ‘l3bay’ saat ini. Bila ini terus berlangsung, maka suatu saat kita akan menemui anak-anak yang tak pandai berbahasa halus dan tak tahu kapan harus menggunakan kata-kata formal. Lama-lama generasi yang akan datang juga tak mempunyai etika.

Inikah tanda-tanda ‘generasi bisu’ sebagai dampak teknologi informasi dan komunikasi?

“Enyahlah,” kata pembawa acara quiz disalah satu TV swasta ketika meminta salah satu pemain yang tereleminasi untuk meninggalkan arena permainan.

Bagi yang terbiasa menggunakan bahasa dengan tingkat sopan santun yang tinggi, kata ‘enyah’ bermakna sangat kasar walau diucapkan sambil bercanda. Itu adalah salah satu contoh dari segi berbahasa. Ternyata, lebih banyak lagi kata-kata yang dulunya dianggap kasar, kita terasa enteng dilidah. Umpatan yang menggunakan nama-nama hewan pun semakin sering terdengar.

Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan setiap orang untuk mengungkapkan perasaannya secara bebas tanpa harus berbicara langsung. Sayangnya, kondisi ini membuat pemakainya menjadi gagap ketika harus berbicara secara langsung. Chatting dan bahasa tulisan lainnya ketika sedang berkomunikasi lewat internet membuat orang tidak peduli dengan tata bahasa dan tata kalimat yang baik. Seolah-olah mereka mempunyai bahasa 'khusus' yang hanya dimengerti oleh mereka sendiri.

Selain dari segi berbahasa, anak-anak yang terlalu sering berada di depan internet, menjadi tidak pandai memahami perasaan orang lain. Ketagihangame online, misalnya, menyebabkan anak tidak mandi, tidak makan, tidak belajar bahkan tidak tidur. Kesehatan yang menurun, kualitas diri apalagi karakter diri yang jauh dari standar akan membuat anak tersebut menjadi anak terisolasi dari dunia nyata.

Bisa dibayangkan ketika anak tersebut tak mampu beradaptasi dengan dunia di sekitarnya ditambah kemampuan berbahasa yang pas-pasan terutama bila sudah menyangkut bahasa beretika, maka bukan tidak mungkin bahwa anak tersebut akan menjadi ‘generasi bisu’.

Bila ‘generasi bisu’ benar-benar terlahir, akan semakin sempitlah ruang gerak dalam bersosialisasi. Silaturrahmi dengan cara berkunjung dari rumah ke rumah akan semakin jarang terjadi. Mengobrol santai di taman dekat perumahanpun akan tinggal cerita. Masing-masing ‘generasi bisu’ itu hanya akan berbicara lewat teknologi informasi dan komunikasi. Sikap gotong-royong akan sirna, rasa tenggang rasa akan terkubur. Semua akan berbahasa sekadar basa-basi tak bermakna ketulusan.

Pada akhirnya ‘generasi bisu’ sebagai dampak dari teknologi informasi dan komunikasi ini akan merubah tatanan kehidupan kemasyarakatan. Bisa jadi di masa itu pernikahan dan kumpul-kumpul antar keluarga dilakukan secara online. Sentuhan secara fisik akan semakin berkurang. Dampak yang lebih jauh adalah kejahatan yang berkaitan dengan teknologi ini akan semakin canggih dan tak terbendung lagi.

Agar ‘generasi bisu’ tidak menjadi kenyataan, para orang dewasa dan orang tua hendaknya lebih sering bersama anak-anaknya dan memberikan pengertian kepada mereka akan pentingnya ‘sentuhan fisik’ dalam berkomunikasi. Tatap muka yang terjadi dalam komunikasi akan membuat kita merasakan perasaan orang lain dengan lebih baik.


View the original article here
Intenet Online

Title Post: Generasi Bisu, Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi
Rating: 100% based on 9999989 ratings. 98 user reviews.
Author: Dede Purnama

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...