Membangun Infrastruktur Teknologi Informasi

Bookmark and Share

logo anne ahiraAsian Brain Support$("#boxes").load("#dialog"); Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali

Internet masuk desa. Demikian program pemerintah untuk mempopulerkan era tanpa batas ini. Letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan cukup menyulitkan para stakeholder. Investor enggan menanamkan modalnya karena risiko yang tinggi. Pemerintah tidak punya anggaran. DPR malas membuat payung hukum. Lengkap. Infrastruktur teknologi informasi kita semakin jeblok. Ketinggalan oleh negara tetangga yang sudah maju.

Infrastruktur Teknologi Informasi

Mengapa infrastruktur teknologi informasi penting?

Komunikasi. Di dunia ini, komunikasi sedang menghadapi babak baru. Sebuah era menembus ruang, waktu, dan tempat. Internet, telepon, dan alat informasi lainnya, adalah produk teknologi informasi yang mengubah dunia. Tanpa infrastuktur yang memadai, masyarakat Indonesia, terutama di desa, hanya gigit jari. Efisiensi. Bayangkan era ketika dunia online tidak ada. Kacau. Mahal. Susah. Bahkan, kini memesan produk Tanah Abang pun lewat online. Tidak perlu datang ke Jakarta. Cukup satu kali klik. Selesai. Tanpa infrastruktur yang andal, masyarakat Indonesia akan mengalami ekonomi biaya tinggi. Penggerak roda ekonomi. Jika infrastruktur dibangun di suatu wilayah, berapa dampak multiplier effect-nya. Berapa banyak pekerja yang tersedot, jaringan daerah lancar, dan sebagainya. Cina yang getol membangun infrastruktur sudah menuai hasil positif. Cina bukan saja menjadi raksasa Asia, melainkan dunia.

Tantangan

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam membangun infrastruktur teknologi informasi?

Investasi. Menarik investor lokal dan asing untuk menanam modal di sini tidak mudah. Jika pihak asing kerap jadi polemik, hal itu terjadi karena sentimen asing yang cukup kuat. Investor lokal justru lebih giat menanamkan uang di luar negeri. Indonesia harus diakui berkategori risiko tinggi karena sistem budaya, hukum, dan politik, yang tiba-tiba bisa melesat tidak stabil.Birokrasi. Mengapa investor lokal atau asing malas ke Indonesia? Birokrasi. Birokrat kita malas luar biasa. Padahal, sistem reformasi birokrasi telah dimulai. Remunerasi telah disuntik untuk mengupgrade kinerja. Birokrasi kita terkenal dengan anekdot, “Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?”Ekonomi biaya tinggi. Investor yang bermain di Indonesia tidak mempunyai hitungan pasti berapa dana yang harus dikeluarkan. Banyak meja yang harus dilewati. Banyak pihak yang mau turut campur. Suap, korupsi, gratifikasi membuat biaya ekonomi Indonesia kian membumbung tinggi.

Solusi

PR besar pemerintah adalah membangun infrastrukur teknologi informasi di daerah tertinggal. Pemerintah harus memiliki prioritas. Jika tidak bisa mendapatkan segalanya, tidak harus kehilangan semuanya. Pemerintah harus fokus membangun di peta daerah yang sangat membutuhkan teknologi informasi. Kacamata Jakarta sentris harus dikikis. Kini, daerah membangun dan membangun daerah.

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali


View the original article here
Intenet Online

Title Post: Membangun Infrastruktur Teknologi Informasi
Rating: 100% based on 9999989 ratings. 98 user reviews.
Author: Dede Purnama

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...